Loss Aversion
Loss aversion artinya "benci kehilangan". Sifat bawaan manusia ini membuat rasa sakit kehilangan Rp 1 juta jauh lebih kuat daripada rasa senang mendapat Rp 1 juta — padahal jumlahnya sama. Di trading, sifat ini bikin kamu terlalu takut kehilangan uang yang "sudah terasa milikmu", dan sangat enggan mengakui bahwa kamu sedang rugi.
Peringatan: halaman ini membahas perilaku, bukan saran strategi atau besaran posisi.
Kenapa rugi terasa lebih besar dari untung
Dua peneliti bernama Kahneman dan Tversky menemukan bahwa manusia tidak menilai untung-rugi secara apa adanya, melainkan selalu membandingkannya dengan satu titik patokan — misalnya saldo kemarin, harga saat kamu masuk posisi, atau target yang kamu bayangkan. Begitu posisimu berada di bawah titik patokan itu, setiap tambahan kerugian rasanya menyakitkan berlipat. Itulah sebabnya banyak trader menunda-nunda menutup posisi rugi, atau malah menambah posisi supaya tidak perlu mengakui kekalahan.
Titik patokan yang sering muncul
- Harga saat kamu masuk. Rugi yang belum kamu tutup rasanya seperti "utang" pada diri sendiri, sedangkan untung yang belum kamu tutup rasanya seperti "hadiah" yang pantang dilepas.
- Harga tertinggi setahun atau angka bulat. Angka-angka ini jadi jangkar perasaan yang membuat kamu takut membeli karena merasa "sudah terlalu tinggi", atau ngotot menahan posisi jual tanpa alasan yang jelas.
- Saldo tertinggi yang pernah kamu capai. Turun dari puncak itu terasa lebih menyakitkan daripada nikmatnya naik dari titik terendah, dan rasa sakit itulah yang membuat caramu mengambil risiko jadi tidak stabil.
Apa artinya untuk keputusanmu
Mengalahkan sifat ini bukan berarti kamu harus jadi tidak peduli saat rugi. Yang benar adalah memperlakukan kerugian terukur sebagai biaya wajar dari usaha trading, seperti pedagang yang sudah menghitung barang rusak sebagai bagian dari biaya. Caranya: tentukan batas kerugian dan ukuran posisi sebelum emosimu ikut bermain, lalu tutup posisi sesuai aturan itu, bukan sesuai perasaanmu saat itu. Sifat ini berkaitan erat dengan endowment effect (menganggap milik sendiri lebih bernilai) dan status quo bias (enggan mengubah keadaan).
Seri Trading Psychology: Trading Psychology · Pentingnya · Loss aversion · Endowment · Status quo · Anchoring · Confirmation · Gen & naluri · Mitos & perbaikan